Apakah kamu
suka membaca cerita detektif yang bikin dag-dig-dug? Huiii... kalau suka, sama,
dong, dengan Nenek. Mau mencoba bikin cerita detektif juga?
Sst... kamu
tahu, kan, detektif itu apa? Itu, lo, orang yang suka memecahkan kasus
kejahatan. Serunya, sih, cerita detektif dibuat dari sudut pandang si detektif.
Kita mengikuti alur pikiran dan tindakan si detektif saat ia berusaha
memecahkan masalah.
Hmmm...
cerita detektif bakal bikin dag-dig-dug kalau...
1. Kasusnya
Bikin Penasaran
Seperti apa,
sih, cerita yang bikin penasaran? Cerita yang mengandung misteri aneh-aneh.
Misal, misteri petunjuk selai stroberi. Ada serangkaian pencurian di Desa
Bunga. Selalu ditemukan selai stroberi di lokasi kejadian. Ada apakah dengan
selai stroberi itu? Masak pencurinya mencuri sambil makan roti isi selai
stroberi? Penasaran, kan?
2. Ada
Petunjuk, Daftar Tersangka, Motif, Alibi yang Bikin Bingung!
Saat membuat
cerita detektif, tokoh detektifmu harus mencari petunjuk, membuat daftar
tersangka, dan memeriksa motif dan alibi para tersangka. Ini prosesnya:
- Apa saja petunjuk-petunjuknya?
- Dari petunjuk-petunjuknya, siapa orang-orang yang punya kesempatan melakukan kejahatan itu?
- Kira-kira siapa saja yang punya motif atau alasan melakukan kejahatan itu?
- Periksa juga alibi mereka, apa yang dilakukan orang-orang itu pada saat kejahatan itu terjadi.
Kita bisa membuat pembaca bingung dan semakin
penasaran dengan siapa pelakunya dengan membuat kasus itu awalnya seperti tidak
punya petunjuk. Atau orang-orang yang dimasukkan ke daftar tersangka ternyata
sama-sama mungkin melakukan kejahatan. Atau sebaliknya, semua tersangka
terpaksa dicoret karena tidak sesuai petunjuk, motif, dan alibinya.
3. Kamu
Sendiri Juga Dag-Dig-Dug!
Paling seru
saat membongkar suatu misteri, tokohnya mengalami kejadian yang bikin
dag-dig-dug. Biasanya, sih, saat itu si tokoh sedang akan berhadapan dengan
pelaku kejahatan!
Supaya
adegan itu bikin pembaca dag-dig-dug, kamu ingat-ingat, dulu, apa kejadian yang
pernah membuatmu dag-dig-dug. Apakah saat malam-malam mendengar suara krik...
krik... krik... di luar kamar, lalu kamu pelan-pelan keluar kamar mencari asal
suara dalam kegelapan? Apa saja yang berkecamuk dalam pikiranmu? Apakah krik...
krik... krik... itu suara maling? hantu? monster? Ah bayang-bayang di tirai
tampak menyeramkan!
Nah, coba,
kamu tuliskan dengan detail kejadian yang bikin kamu dag-dig-dug. Tuliskan
detail perasaan dan imajinasi kamu.
4. Ada
Kejutan di Akhir Cerita
Buat
pembacamu penasaran dan beri petunjuk-petunjuk yang membuat kesan kalau
pelakunya si A. Tetapi diam-diam kamu siapkan petunjuk-petunjuk yang mengacu ke
si B. Kejutkan pembaca di akhir cerita dengan membongkar rahasia si B.
Misal, kembali ke misteri petunjuk selai stroberi.
Seorang gadis pembantu bernama Nana suka sekali makan roti isi selai stroberi.
Petunjuk, alibi, dan motif lainnya pun selalu mengacu ke Nana. Namun, selipkan
juga petunjuk atau motif yang mengacu samar ke orang lain. Tokoh kamu pun
sempat terkecoh. Tetapi akhirnya, dia menyadari kesalahannya dan membongkar
bahwa ternyata Pak Tupong, supir-lah, pelakunya. Ia sengaja membuat petunjuk
palsu agar Nana yang dituduh mencuri.
5. Temanmu
Ikut Dag-Dig-Dug Membacanya
Nah, setelah ceritamu selesai. Coba
minta temanmu membaca ceritamu. Apakah ia bisa menebak pelaku sebenarnya dari
awal? Apakah ia ikut dag-dig-dug saat membacanya? Kamu bisa minta masukan agar
ceritamu lebih bikin dag-dig-dug lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar