Saat ini
banyak sekali diadakan lomba menulis buat anak-anak. Apakah kalian juga pernah
mengikuti lomba mengarang atau membuat karya tulis? Bagaimana hasilnya, menang
atau kalah? Untuk yang menang, Nenek ucapkan selamat, ya! Kalau kamu kalah,
jangan menyerah. Coba kamu lihat lagi tulisan-tulisanmu, apakah sudah layak
untuk menjadi pemenang? Coba lihat kembali karyamu, lalu jawab pertanyaan ini.
1.
Sudahkah sesuai aturan?
Setiap lomba
ada aturannya, misalnya, karya harus disertai dengan surat keterangan dari kepala
sekolah. Coba baca kembali aturan lomba yang kamu ikuti. Apakah semuanya sudah
kamu penuhi?
2.
Apakah karyamu asli?
Karya asli
adalah karyamu sendiri, bukan karya orang lain yang kamu tulis kembali. Juga,
bukan karya yang dibantu dan dibuatkan oleh Mama. Ini penting karena ada nilai
kejujuran di dalamnya. Dan, kalau membuat sendiri, tentu kamu tidak akan
kesulitan jika disuruh menjelaskan isi tulisanmu.
3.
Sudahkah sesuai tema?
Temanya
“pengalaman tentang jajanan di kantin sekolahku”. Tetapi, kamu malah membuat
karangan tentang macam-macam makanan sehat. Menurutmu, apakah itu sudah sesuai
dengan tema yang diminta? Tentu belum. Makanya, karyamu tersingkir.
4.
Tulisanmu terlalu panjang?
Kalau
tulisan yang diminta hanya 1 halaman, tetapi kamu mengirimkan 3 halaman,
bukannya mendapat nilai tambahan, bisa-bisa malah karyamu malah langsung
digugurkan oleh dewan juri.
5.
Fakta atau Fiksi?
Kalau kamu
diminta membuat karya tulis, artinya kamu tidak boleh membuat cerpen atau
dongeng. Begitu juga sebaliknya. Coba perhatikan bentuk karya yang diminta, ya!
6.
Tulisanmu mudah dibaca?
Kalau tidak
ada aturan bahwa karyamu harus diketik, kamu boleh kok, mengirim dengan tulisan
tangan. Tetapi, pastikan para juri bisa membaca tulisanmu. Kalau memang tulisanmu
sulit terbaca, kamu boleh meminta tolong orang lain untuk mengetikkan karyamu.
Ingat, ya, hanya mengetikkan, tanpa merubah sedikit pun.
Selamat
mengikuti lomba, ya. Kalau menang, jangan cepat puas. Kamu tetap masih harus
banyak belajar supaya tulisanmu lebih kaya. Kalau kalah pun, jangan berkecil
hati. Artinya, kamu juga masih perlu belajar dan mencoba untuk menulis dengan
lebih baik. Semangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar