Sabtu, 13 Desember 2014

Love Of A Father karya :Najwa



Langit tak menunjukan kecerahan nya.Namun hujan juga murung untuk bertemu tanah di bumi ini.Mungkin malaikat telah membujuk uap uap air itu untuk menyiram bumi karena tak lama,akhirnya bulir bulir kecil yang bening itu jatuh bertemu udara dan debunya,menabrak dahan demi dahan yang memang menunggu nunggu nya lalu terjatuh dengan mencipratkan sebagian air nya.dan akhirnya,terserap tanah.
Aku juga salah satu kawanan yang menginginkan hujan saat ini,agar bisa menemani air mataku yang sama sama menetes.sama sama mengenai pipi dan meresap ke dress merah muda yang ku kenakan.
Sahabatku,deren pergi ke temanya yang diperlakukan sebagai sahabat,bukan aku yang selalu menemani nya di saat kesusahan,tapi lain jika dia sudah mendapatkan kesenangannya.mama dan papa sama,pergi sangat pagi dan pulang sangat sore untuk alasan pekerjaan nya yang terlihat sangat sibuk.
Sebenarnya mama dan papa ku sudah bercerai.Dan aku ikut dengan papa pindah ke sebuah apartemen yang cukup mewah di salah satu kota yang tempatnya tak jauh dari tempat tinggalku yang sebelumnya.Tapi semua kemewahan yang papa berikan tidak ada artinya dibanding waktu papa.di saat seperti ini,aku hanya berdoa agar teman ku di tempat tinggal asal ku bisa menemaniku kembali di sini dan semoga aku dijemput oleh nenekku dan tinggal bersamanya.
Menjelang jam setengah tujuh aku mendengar suara ketukan pintu,aku yakin itu bukan ayah,ayah biasanya pulang lebih larut atau menginap di kantornya.
Aku membukakan pintu itu,berharap aku senang dengan kehadirannya.
"Nenek?,".Aku sedikit berteriak ketika yang muncul dari balik pintu adalah nenek,.doa ku akhirnya terkabul.
"Dania..papa kamu di mana ?,".nenek bertanya sambil berjalan duduk ke salah satu sofa.
"Kemana lagi jika bukan kerja,kerja dan kerja.".kataku dengan pelan dan merebahkan badanku di sofa yang nenek duduki.
"Dania.bagaimana keadaan mu sekarang kamu baik,kan ?,".tanya nenek yang tangannya mengelus elus rambut hitam ku.
"Nek,keadaan ku di sini sangat tak baik,bawalah aku ke rumah nenek dan tingal bersama nenek di sana.".
"Tidak baik bagaimana ?.".tanya nenek dengan tatapan lurus ke mataku.
"Aku tak betah di sini nek,papa selalu pulang malam,dan aku sama sekali tak punya teman... .".jawabku.
"Yasudahlah!,tata perlengkapan mu dan ikut nenek,papa mu memang tidak bertanggung jawab!.".nenek masuk ke kamarku lalu membantuku mengemasi barang barangku.
Sampailah aku di depan rumah nenek,aku tak sabar ingin bersapa dengan pantai yang bersih dan indah yang jarang kutemui,yaitu tepat di belakang rumah nenek.
Cukup lama untuk menata di kamar dan rumah baru ku.Aku tak sabar untuk esok,sekolah lalu bermain main di pantai.
aku pulang ke apartemen sejenak untuk melihat keadaan setelah aku pergi,karena pasti papa sedang sibuk dengan pekerjaan nya di kantor.di bus jumputan aku merasa pusing,entah kenapa,dan rasa itu aku biarkan begitu saja.
Aku mengambil kunci di dalam tas ku dan memutarnya di lubang kuncinya,tapi tak bisa,kucoba dan kucoba,tetap tak bisa.aku mencoba membuka pintu nya.Dan sedikit kaget ketika ternyata pintu itu tidak dikunci.aku masuk ke dalam.aku melihat lihat ruangan ruangan unruk memastikan tidak ada yang berubah saat aku pindah.
Aku kaget dan amat sangat tertegun ketika kudapati papa sedang tergelatak tak bardaya di samping kasurku dengan darah yang keluar dari mulutnya.Saat itu aku hanya bisa memeluk nya dan tak bisa berkata apa apa.
Tangan papa tergeletak di lantai denagn membawa kotak berukuran sekitar enam kali enam senti berwarna silver pink.dengan tetap berada di samping dan memeluknya,aku meraih kotak itu.
Di dalam kotak yang indah itu terdapat sabuah kalung berliontin berlian yang berbentuk huruf D.aku tak bisa membendung air mataku lagi,dari tetes menjadi hujan air mata.dibalik penutup kotak itu terdapat sejarik kertas yang bertuliskan,
Dania,maafkan papa ya,papa tak pernah punya waktu untukmu.
Papa melakukan ini untuk dirimu sendiri.papa tau sekarang kau berada di rumah nenek,kan?.sebenarnya sudah berbulan bulan lalu,papa difonis mengalami penyakit kangker akut.dan mungkin sebentar lagi papa akan meninggal kan ku untuk selamanya.
Jaga dirimu baik baik ya nak, salam untuk nenek...
Aku sudah tak tahan lagi,rasanya aku ingin merubah semua doa doa ku dan menghargai apa yang telah papa berikan kepadaku
Jenazah papa baru saja di makamkan.Aku pulang ke rumah nenek,dan nenak sedang mengurusi segala milik papa.
Aku selalu mencium dan mengusap usap liontin pemberian papa yang selalu ku pakai.satu kata "AKU SANGAT MENYESAL LARENA TELAH MENINGGAKKAN PAPA".
Sebagian waktuku ku habiskan dengan merenung di pantai.sekarang aku mempunyai tempat baru dan hidup baru.. The End

Profil Penulis:



Namalengkap : najwa azizul fauzia
Namapanggilan :najwa
TTL : Kendal , 18 FEBRUARI 2003
Kelas : VI (6)
UMUR : 11thn
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar