Pernah enggak, sih, kamu baca cerita yang akhirnya
mengejutkan? Yang kamu pikir jahat, ternyata baik, yang kamu pikir baik,
ternyata bleh… jahat! Atau kamu kira tokoh utamanya akan gagal ampun-ampunan,
eh tiba-tiba berhasil dengan gemilang! Itulah twist ! Arti kata ‘twist
’ adalah memuntir. Yap, gampangnya, twist adalah suatu kejadian
yang memuntir balik semua yang selama ini diyakini pembaca.
Sebetulnya
membuat twist cerita itu mudah sekali. Ini langkah-langkahnya.
1.
Tentukan akhir ceritamu.
Misalnya,
kamu membuat cerita tentang Harriet yang ingin menemukan harta karun
keluarganya.
Kamu ingin
di akhir cerita Harriet berhasil menemukan harta karun keluarganya. Nah,
sebelum Harriet berhasil, buatlah adegan-adegan yang menunjukkan Harriet akan
gagal. Harriet sudah putus asa, Harriet nyaris tertangkap, Harriet terguling ke
lubang dalam. Wah, pokoknya nasib Harriet malaaang sekali.
Di saat
Harriet sedang bernasib amat buruk itulah, munculkan sesuatu yang mengubah
keadaan.
2.
Tanamkan kebenaran itu dalam ceritamu.
Twist yang
berhasil akan membuat pembaca bertanya, “Ha? Kok bisa?!” Lalu, saat pembaca itu
memeriksa kembali ceritamu, mereka akan menemukan petunjuk-petunjuk yang
mendukung kebenaranmu itu. Hanya saja mereka terlewat.
Misalnya,
dalam kasus Harriet. Harriet tampak akan gagal, tetapi tiba-tiba mendapat
bantuan dari Pak Blot, orang yang selama ini Harriet anggap musuh. Yap,
ternyata Pak Blot yang dikira jahat itu, baik hati! Saat dirunut-runut lagi,
ternyata setiap kali ia melakukan sesuatu yang membuat Harriet kesal, ternyata
dia sedang menolong Harriet.
3.
Beri latar belakang yang logis untuk twist -mu.
Nah, ini
super penting. Kalau pembaca merasa twist-mu mengada-ada, uuuh… pembaca malah
akan merasa tertipu.
Lagi-lagi
dalam kasus Harriet, kita perlu memberi penjelasan, kenapa Pak Blot mau
menolong Harriet. Kita juga harus menjelaskan, kenapa ia menolong Harriet
secara diam-diam. Kenapa tidak menolong secara terang-terangan.
4. Twist
yang di-twist !
Ini dia,
dewanya twist ! Sudah ada twist , eeeh… ternyata twist
itu dipuntir lagi. Wuiih…. Misalnya, nih, Harriet akhirnya berhasil
mendapatkan harta keluarga berkat bantuan Pak Blot. Aih, bukannya berterima
kasih, Harriet malah mencelakakan Pak Blot! Harriet ingin menguasai harta itu
sendirian. Wah… selama ini kita pikir Harriet baik hati, ternyata…
Huffhhh…
tetapi membuat twist rangkap ini susah bukan main. Karena
ceritanya harus tetap masuk akal! Kalau sampai mengada-ada, ah, lebih baik
enggak usah pakai twist deh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar